📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!

Oleh Arda Dinata
“Ya Allah, ringankanlah kami menanggung beban musibah dunia. Berikanlah kami sifat rida atas qada dan qadar-Mu. Pimpinlah kami di dunia dan di akhirat, karena hanya Engkau-lah sebaik-baik pemimpin, wahai Tuhan Seru sekalian alam.”
Diceritakan dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas r.a. bahwa anak Thalhah merintih sakit, sedangkan Abu Thalhah ke luar rumah. Kemudian anak itu meninggal dunia. Ketika Abu Thalhah pulang, ia bertanya, “Bagaimana keadaan anakku?”
Ummu Sulaim –ibu anak itu—menjawab, “Ia tenang seperti sedia kala (yang dimaksud adalah meninggal dunia, sedangkan Abu Thalhah mengira bahwa anaknya itu dalam keadaan sehat).” Kemudian Ummu Sulaim menyediakan makan malam untuk Abu Thalhah. Setelah itu, ia berhias diri, lebih cantik daripada biasanya, hingga Abu Thalhah menggaulinya.
Setelah ia melihat bahwa suaminya sudah melepaskan rindunya dan merasa puas, Ummu Sulaim berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu, jika suatu kaum meminjamkan suatu pinjaman, apakah yang meminjam itu berhak menolak mereka jika memintanya kembali?”
Abu Thalhah menjawab, “Tentu saja tidak!” Kemudian Ummu Sulaim berkata, “Demikian pula dengan anakmu. Anakmu telah meninggal dunia, maka mintalah pahala dari Allah.”
Abu Thalhah berkata sambil marah, “Engkau telah membiarkan aku, hingga setelah aku berjunub karena bergaul denganmu, engkau beritahukan tentang anakku." Kemudian ia pergi mendatangi Rasulullah SAW untuk memberitahukan apa yang terjadi.
Rasulullah SAW membenarkan apa yang telah dikerjakan oleh Ummu Sulaim, lalu bersabda, “Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua.” Dan dalam sebuah riwayat dikatakan, beliau bersabda, “Ya Allah, berilah berkah kepada mereka berdua.”
Kemudian Ummu Sulaim melahirkan seorang anak kembali yang diberi nama Abdullah oleh Nabi SAW. Dan salah seorang di antara kaum Anshar berkata, “Kemudian aku melihat tujuh orang anak, semuanya pandai membaca Alquran, yakni anak-anak dari Abdullah. Semua itu, tidak lain karena dikabulkannya doa Rasulullah SAW ketika berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah berkah kepada mereka berdua’.”
* * *
Kisah di atas, telah mengajarkan kepada kita bahwa di antara sikap patriotisme imani yang dimiliki oleh istri-istri para sahabat yang menunjukkan kesabaran, keridaan dan keimanan ketika kematian anaknya, adalah sikap tabah Ummu Sulaim. Sikap inilah yang senantiasa mesti kita tiru dan dibangun dalam sebuah keluarga muslim. Lalu, jangan lupa dalam menghadapi cobaan hidup itu kita berdoa, “Ya Allah, ringankanlah kami menanggung beban musibah dunia. Berikanlah kami sifat rida atas qada dan qadar-Mu. Pimpinlah kami di dunia dan di akhirat, karena hanya Engkau-lah sebaik-baik pemimpin, wahai Tuhan Seru sekalian alam.”
Menyikapi fenomena itu, Dr. Abdullah Nashih Ulwan mengungkapkan, ketika seorang muslim mencapai taraf iman dan keyakinan yang tinggi, mempercayai ketentuan takdir, baik dan buruknya itu adalah dari Allah SWT, maka akan tampak kecil segala peristiwa dan musibah yang menimpa dirinya. Ia akan berserah diri kepada Allah SWT, jiwanya akan merasa tenang, hatinya akan tabah menghadapi cobaan, rida akan ketentuan Allah dan tunduk kepada takdir-Nya.
Sehingga dengan berlandaskan iman semacam itu, Nabi SAW telah memberiathukan kepada umatnya bahwa siapa pun yang ditinggal oleh kematian anaknya, kemudian ia bersabar dan mengucapkan, “Inna Lillahi wa Inna Illahi Raji’un.” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan kembali). Maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga yang diberi nama Baitul Hamdi (Rumah Pujian).
Akhirnya, tidak diragukan lagi, jika iman kepada Allah SWT ini benar-benar telah meresap di dalam kalbu. Ia akan membuat keajaiban-keajaiban. Sebab, iman itu sesungguhnya dapat mengubah seseorang dari kondisi lemah menjadi kuat. Pengecut menjadi pemberani. Bakhil menjadi dermawan. Dan dari gelisah menjadi tabah. Wallahu a’lam.***
Penulis Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
“Ya Allah, ringankanlah kami menanggung beban musibah dunia. Berikanlah kami sifat rida atas qada dan qadar-Mu. Pimpinlah kami di dunia dan di akhirat, karena hanya Engkau-lah sebaik-baik pemimpin, wahai Tuhan Seru sekalian alam.”
Diceritakan dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas r.a. bahwa anak Thalhah merintih sakit, sedangkan Abu Thalhah ke luar rumah. Kemudian anak itu meninggal dunia. Ketika Abu Thalhah pulang, ia bertanya, “Bagaimana keadaan anakku?”
Ummu Sulaim –ibu anak itu—menjawab, “Ia tenang seperti sedia kala (yang dimaksud adalah meninggal dunia, sedangkan Abu Thalhah mengira bahwa anaknya itu dalam keadaan sehat).” Kemudian Ummu Sulaim menyediakan makan malam untuk Abu Thalhah. Setelah itu, ia berhias diri, lebih cantik daripada biasanya, hingga Abu Thalhah menggaulinya.
Setelah ia melihat bahwa suaminya sudah melepaskan rindunya dan merasa puas, Ummu Sulaim berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu, jika suatu kaum meminjamkan suatu pinjaman, apakah yang meminjam itu berhak menolak mereka jika memintanya kembali?”
Abu Thalhah menjawab, “Tentu saja tidak!” Kemudian Ummu Sulaim berkata, “Demikian pula dengan anakmu. Anakmu telah meninggal dunia, maka mintalah pahala dari Allah.”
Abu Thalhah berkata sambil marah, “Engkau telah membiarkan aku, hingga setelah aku berjunub karena bergaul denganmu, engkau beritahukan tentang anakku." Kemudian ia pergi mendatangi Rasulullah SAW untuk memberitahukan apa yang terjadi.
Rasulullah SAW membenarkan apa yang telah dikerjakan oleh Ummu Sulaim, lalu bersabda, “Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua.” Dan dalam sebuah riwayat dikatakan, beliau bersabda, “Ya Allah, berilah berkah kepada mereka berdua.”
Kemudian Ummu Sulaim melahirkan seorang anak kembali yang diberi nama Abdullah oleh Nabi SAW. Dan salah seorang di antara kaum Anshar berkata, “Kemudian aku melihat tujuh orang anak, semuanya pandai membaca Alquran, yakni anak-anak dari Abdullah. Semua itu, tidak lain karena dikabulkannya doa Rasulullah SAW ketika berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah berkah kepada mereka berdua’.”
* * *
Kisah di atas, telah mengajarkan kepada kita bahwa di antara sikap patriotisme imani yang dimiliki oleh istri-istri para sahabat yang menunjukkan kesabaran, keridaan dan keimanan ketika kematian anaknya, adalah sikap tabah Ummu Sulaim. Sikap inilah yang senantiasa mesti kita tiru dan dibangun dalam sebuah keluarga muslim. Lalu, jangan lupa dalam menghadapi cobaan hidup itu kita berdoa, “Ya Allah, ringankanlah kami menanggung beban musibah dunia. Berikanlah kami sifat rida atas qada dan qadar-Mu. Pimpinlah kami di dunia dan di akhirat, karena hanya Engkau-lah sebaik-baik pemimpin, wahai Tuhan Seru sekalian alam.”
Menyikapi fenomena itu, Dr. Abdullah Nashih Ulwan mengungkapkan, ketika seorang muslim mencapai taraf iman dan keyakinan yang tinggi, mempercayai ketentuan takdir, baik dan buruknya itu adalah dari Allah SWT, maka akan tampak kecil segala peristiwa dan musibah yang menimpa dirinya. Ia akan berserah diri kepada Allah SWT, jiwanya akan merasa tenang, hatinya akan tabah menghadapi cobaan, rida akan ketentuan Allah dan tunduk kepada takdir-Nya.
Sehingga dengan berlandaskan iman semacam itu, Nabi SAW telah memberiathukan kepada umatnya bahwa siapa pun yang ditinggal oleh kematian anaknya, kemudian ia bersabar dan mengucapkan, “Inna Lillahi wa Inna Illahi Raji’un.” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan kembali). Maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga yang diberi nama Baitul Hamdi (Rumah Pujian).
Akhirnya, tidak diragukan lagi, jika iman kepada Allah SWT ini benar-benar telah meresap di dalam kalbu. Ia akan membuat keajaiban-keajaiban. Sebab, iman itu sesungguhnya dapat mengubah seseorang dari kondisi lemah menjadi kuat. Pengecut menjadi pemberani. Bakhil menjadi dermawan. Dan dari gelisah menjadi tabah. Wallahu a’lam.***
Penulis Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
Tags
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca
Kami telah mengembangan produk software untuk manajemen pengelolaan keuangan keluarga, namanya MyFamily Accounting. Silahkan kunjungi situsnya di http://www.metasoft.co.id dan blognya di http://myfamilyaccounting.wordpress.com
ReplyDelete